Arsip | Cerita Mas Tri RSS feed for this section

Seandainya aku dimakamkan hari ini

13 Okt

Seandainya aku dimakamkan hari ini.

Aku mati… perlahan… tubuhku ditutup tanah.

Perlahan, semua pergi meninggalkanku.
Masih terdengar jelas langkah2 terakhir mereka, aku sendirian, di tempat gelap yg tak pernah terbayang.

Sendiri, menunggu pertanyaan malaikat.

Belahan hati, belahan jiwa pun pergi. Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.

Aku bukan siapa2 lagi bagi mereka. Sanak keluarga menangis, sangat pedih, aku pun demikian, tak kalah sedih dan aku juga, tetapi aku tetap sendiri, disini, menunggu perhitungan.

Menyesal sudah tak mungkin. Tobat tak lagi dianggap & maaf pun tak bakal didengar, aku benar2 harus sendiri..

Yaa ALLAH jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan, jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU untuk aku perbaiki diriku, aku ingin memohon maaf pada mereka, yang selama ini telah merasakan zalimku, yg selama ini sengsara karena aku, tersakiti karena aku, aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan, yang bahkan kumakan..

Yaa ALLAH Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta.

Teringat kata2 kasar & keras yg menyakitkan hati mereka, maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu.

Beri juga aku waktu yaa ALLAH  untuk berkumpul dgn keluargaku, menyenangkan saudara2ku..

Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu lebih lama lagi..

Begitu menyesal diri ini. Kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya sama sekali, mengapa ku sia2kan saja waktu hidup yg hanya sekali itu?? Andai aku bisa putar ulang waktu itu.

Aku dimakamkan hari ini & semua menjadi tak termaafkan & semua menjadi terlambat & aku harus sendiri untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan dipadang masyar…

Ya RABB sampaikan salamku untuk sahabatku yg selalu mengingatkanku akan hari terakhirku didunia….

Sesungguhnya Saudara yg terbaik yaitu Saudara yg mengingatkan…

(sumber RDI)

Iklan

100 Hari…mu

23 Sep

Cerita Mas Tri ~ 100 Hari wafatnya dirimu sudah dilaksanakan pada 14 Sep. 2010 sehabis Isya minggu lalu. Seperti biasa acaranya Tahlil dan doa bersama yang di hadiri sekitar 80 orang katak mamak bercerita. 

Pada kesempatan saya tidak ikut menemani Bapak dan Mamak dalam saat itu yang berkesempatan hadir Bapak, Mamak, para adikku Tuti, Haryati dan Oking yang di sertai para keponakan Mas Tri  seperti Nugi, Okha, Fira dan Farah.

Mereka berangkat dari Jakarta sekitaran jam 02.30am ( Sep.12 Dinihari  )  dan tiba di Karang Rejo sekitaran jam 22.00pm ( Malam ). Sepertinya perjalannya sangat panjang sekali, mungkin karena kondisi saat itu sedang rame-ramenya MUDIK lebaran jadi kondisi jalan pasti ada titik-titik kemacetan yang menghambat perjalannya. 

Kembali ke Jakarta di lakukan pada Sep.14 dini hari Jam 02.30am, perjalanan pulang mereka coba ambil jalur lain untuk mampir sejenak menikmati kota YOGYA, yang tentunya adalah obyek MALIOBORO yang di sambangin. 

Anakku cerita, katanya mereka naik becak dengan membayar 10 ribu di antar sampai 5 tempat toko/distro. 

Tapi sangat di sayangkan, moment itu semua tidak ada yang terabadikan dalam gambar sedikitpun.

Bapak saat makan malam di Sukamandi Jul.15 time 17.30pm

Bapak terlihat guratan dan keriput kulitnya saat makan malam di Sukamandi Jul.15 time 17.30 saat menuju 40 hari Mas Tri.

Jadi inget lagunya Mas Ebiet G Ade, Titip Rindu buat Ayah…

http://www.youtube.com/watch?v=EIX5TwrEJ1A

1 Syawal 1431H / 11 Sept.2010

18 Sep

“TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM”
Selamat Idul Fitri dan Mohon maaf lahir dan batin

Lebaran tahun ini 1431H/2010 ada nuansa yang berbeda, walaupun sebenarnya memang beberapa tahun yang lewat memang nga pernah kumpul bareng tapi biasanya klo lebaran tiba kami suka saling bertelepon ria dan Saling kirim pesan singkat. 

Yaaaahhh..tahun ini dan tahun-tahun berikutnya itu semua tidak bisa kami lakukan lagi.

Semua itu hanya tinggal cerita, dan cerita-cerita itu mengisahkan bagi kami semua. 

Bapak – Ibu dan saudaraku yang lain saat ini hanya bisa menghela napas panjang dan mengelus dada ..aaaaahh seandainya itu tak terjadi…? semuanya sudah dalam  Takdir dari yang kuasa.

Tebing Maut

2 Sep

 
RBM3H ~ Tebing itu ku sebut saja sebagai tebing maut karena disinilah kecelakaan itu terjadi yang menimpa mas Tri saat June 08’10 pagi itu. Menurut penduduk desa lokasi ini berada di gunung wijil yang merupakan wilayah batas 2 desa antara desa Karang Gupito dan desa Karangrejo. Menurut orang desa katanya lokasi angket banyak jinnya…tapi aku nga pedulikan itu, aku sambangin tebing itu dan ambil foto-foto. 
Menuju Lokasi ini tidaklah terlalu sulit, dengan berboncengan motor yang kondisinya terus menanjak dan kondisi jalan yang di lapisin batu belum beraspal.  
Diwilayah ini ada beberapa lokasi seperti ini sebagai lahan tambang batu untuk proyek jalan. Aku nga memahami apakah pengerukan ini dilakukan secara Legal atau Ilegal. Semua itu dilakukan demi perut dan tekanan ekonomi masyarakat sekitar, yang boleh di katakan untuk mencari lapangan usaha itu sulit untuk mendapatkan uang. Cara yang mudah dan cepat ya seperti itu, menambang batu. Yang aku sesalkan kenapa mas Tri harus ikut dalam kancah disitu ?

Kirimkan do’a

2 Sep

 “Jika seorang anak adam meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara: amal jariyah, ilmu yg bermanfaat, & anak shaleh yg mendoakannya.”

“Do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: “Amin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi”.” (HR. Muslim no. 2733, dari Ummu Ad Darda’) Do’a kepada saudara kita yang sudah meninggal dunia adalah di antara do’a kepada orang yang di kala ia tidak mengetahuinya.

Maka pada tgl. 14 June’10 Kami keluarga di Cikarang , keluarga Kalibata, Keluarga Cikampek berkesempatan mengadakan tahlil dan do’a untuk 7 hari atas meninggalnya adik kami ini .

Yang kudengar cerita bahwa pada “pida pitu” di Karang rejo yang hadir hampir 200 orang untuk ikut dalam tahlil dan doa.

“Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)

Pada kesempatan ke – 40 hari tgl. 11 Juli’10, Saya, Bapak dan Mamak kembali berkunjung lagi ke Karang rejo untuk bergabung ikut untuk tahlil dan do’a bersama .

Kami berharap kepada Allah agar Allah melapangkan kuburnya, meninggikan derajatnya, menghapus dosa-dosanya, menjauhkannya dari adzab kubur dan adzab neraka, memasukannya kedalam surga serta do’a-doa yang baik lainnya, Insya Allah, ini adalah lebih baik.

Allahumghfirlahu warhamhu wa ”afihi wa”fu ”anhu

Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah dia keafiatan dan maafkanlah dia.

Kami antar kau…

30 Agu

Setelah kami berkumpul semua sekitar jam 15.00 ( Bapak,Mamak,Adikku Tuti dan suami,Adikku Haryati dengan anaknya sibungsu Farah,Adikku Fadjar yang sangat dekat dengan Almarhum serta Istriku dan 3 anakku ( Luqman,Fira,Ifan ) yang secara bersama-sama kami mendoakan Almarhum. Kami berusaha untuk tetap tegar menerima kenyataan ini dan berusaha mengikhlaskan kepergian adik/kakak/om/pakde kami ini. 

Istriku sempat jatuh pingsan, setelah beberapa saat sadar langsung beranjak untuk ikut prosesi pemakaman yang di lakukan warga dan seluruh kerabat yang hadir yang dilakukan dalam bahasa jowo yang sedikit banyak tidak kami pahami, Yang jelas intinya untuk mendoakan dan mengikhlaskan kepergiannya.

Kami berbaur untuk mengiringin ke pemakaman yang jaraknya tidak begitu jauh. yaahhh.. terlihat wajah-wajah kami yang dirundung duka. Inilah takdir dari Allah yang tidak bisa di tolak, umur manusia yang tidak bisa di tawar-tawar oleh sang kholik.

Sebagaimana di riwayatkan , Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya yaitu keluarganya hartanya dan amalnya.

Yang dua kembali dan yg satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya. {HR.Bukhari dan Muslim}

Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah ibu anak dan kawan yg terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya.

Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yg hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.

Mencium Mayit Karena Haru dan Penghormatan

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, dia berkata:

أَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَبَّلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ مَوْتِهِ 

“Sesungguhnya Abu Bakar Radhiallahu ‘Anhu mencium Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah kematiannya.” (HR. Bukhari, 13/363/4098. Ibnu Abi Syaibah, 3/295, dari jalur ‘Aisyah. Al Maktabah Asy Syamilah)

Derajat hadits:

        Shahih, diriwaatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih-nya.

        Syarah Hadits:

Hadits ini dijadikan dalil bolehnya mencium mayit, dianjurkan  setelah tubuhnya ditutup dan ini merupakan perbuatan para sahabat setelah kematian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun, dalam hadits ini tidak ada dalil  mengenai berdiri mengelilingi mayit, walau hukum asalnya memang boleh-boleh saja. (Subulus Salam, 3/67)

Bahkan Imam Asy Syaukani mengatakan bahwa kebolehan mencium mayit adalah ijma’  (kesepakatan) para sahabat, sebab mereka tidak ada yang mengingkarinya. Mencium yang dlakukan Abu Bakar ini, dilakukan dalam rangka ta’zhim (penghormatan) dan tabarruk (mencari berkah). (Nailul Authar, 6/118)

Sebenarnya tak ada keterangan, apakah menciumnya itu dilakukan setelah atau sebelum dimandikan. Oleh karena itu, Imam Abu Hasan bin Abdul hadi As Sindi mengatakan, bahwa mencium ini bisa dilakukan sesudah atau sebelum dimandikan, dan ini juga menunjukkan bahwa mayit adalah suci dan tidak najis. (Hasyiah As Sindi ‘ala Ibni Majah, 3/242)

Ya, jika mayit najis, tentu Rasulullah dan para sahabat tidak akan mencontohkan mencium mayit.

Ada pun, bagian yang dicium adalah dahi/kening/jidat. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu:

فَوَضَعَ فَاهُ عَلَى جَبِين رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يُقَبِّلهُ وَيَبْكِي

                “Lalu, Abu Bakar meletakkan mulutnya pada kening Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau menciumnya dan menangis.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, 8/565. Imam Al Haitsami mengatakan bahwa para periwayat hadits ini adalah periwayat hadits shahih, kecuali Ali bin Al Mundzir, tapi dia tsiqah (bisa dipercaya), Majma’uz Zawaid, 9/38)

Kebolehan ini semakin kuat, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sendiri pernah melakukannya terhadap mayit sahabatnya yang juga saudara sesusuannya, Utsman bin Mazh’un Radhiallahu ‘Anhu.

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَ عُثْمَانَ بْنَ مَظْعُونٍ وَهُوَ مَيِّتٌ وَهُوَ يَبْكِي أَوْ قَالَ عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencium Utsman bin Mazh’un, ketika Utsman wafat, dan Rasulullah menangis atau mengalir air matanya.” (HR. At Tirmidzi, 4/101/910. Katanya: hadits ini hasan shahih. Dishahihkan Syaikh Al Albani, Mukhtashar Asy Syamailul Muhamamiyah no. 280. Al Maktabah Asy Syamilah)

Ibnu Majah juga meriwayatkan tentang Utsman bin Mazh’un ini, dengan redaksi berbeda, ‘Aisyah berkata:

قَبَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُثْمَانَ بْنَ مَظْعُونٍ وَهُوَ مَيِّتٌ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى دُمُوعِهِ تَسِيلُ عَلَى خَدَّيْهِ

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencium Utsman bin Mazh’un, ketika Utsman wafat, dan seakan aku melihat air mata Rasulullah mengalir membelah pipinya.” (HR. Ibnu Majah, 4/391/1446. Ahmad, 52/187/24530. Dishahihkan Syaikh Al Albani, Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah, 3/456/1456. Al Maktabah Asy Syamilah)

Pembolehan mencium ini, bukan hanya kekhususan para sahabat terhadap Rasulullah, atau Rasulullah terhadap sahabat, melainkan untuk semua mayit umat Islam.  Hadits ini menunjukkan bolehnya mencium seorang muslim setelah kematiannya, dan menangis karenanya. (Tuhfah Al Ahwadzi, 3/45)

Bahkan, ada kemungkinan menetesnya air mata Rasulullah ke pipi Utsman. (Hasyiah As Sindi ‘ala Ibni Majah, 3/242)
Doa I:
Ya Allah ampunilah Dia, berilah rahmat Dia, selamatkanlah dia(jangan disiksa) dan maafkanlah dia. Y Allah bersihkanlah ia dari segala kesalahan sebagaimana engkau membersihkan ia dari segala kesalahan sebagaimana engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran.Ya Allah berilah dia rumah yang baik dari rumahnya ini, keluarga yang baik dari keluarga ini dan jodoh yang baik dari jodohnya ini. Masukkanlah ia dalam syurga dan lindungilah ia dari adzab kubur dan azab neraka”
Doa II:
Ya Allah, janganlah engkau haramkan pahala kami dari ganjarannya mensholatkan dan jangan engkau timpakan fitnah sesudah kematiannya”

~’~

Perjalanan yang membutuhkan kesabaran

28 Agu

RBM3H ~ Akhirnya kami berangkat juga jam 15.00 yang sempat tertunda sekitar 2 jam karena beberapa hal, diantaranya menunggu sopir tambahan untuk perjalanan kami. Awalnya Anak-anak dan Istriku tidak ku ajak untuk melihar prosesi penguburan ini tapi kulihat ada masih tempat duduk yang kosong akhirnya ku telepon juga  untuk siap-siap di pintu tol Cikarang sebagai lokasi penjemputan walau sebelumnya aku coba suruh untuk mencari rental mobil karena kupikir mobil yang kutumpangin masih cukup akhirnya batal.  

Hujan deras mengiringin keberangkatan kami dan jalan Tol Cikampek sedikit merayap karena ada perluasan diruas sebelum pintu Cikarang.

Kami berkumpul lagi peristirahatan Karawang Timur untuk Sholat Magrib, hujan terus mengguyur deras ) setelah itu kami berangkat kembali dengan keluar tol Kopo yang sedikit merayap.

Sekitar jam 21.00 kami istrirahat sejenak di sekitaran Sukamandi untuk menambah energi dan stamina kami. 

Sungguh Perjalanan membutuhkan kesabaran buat kami, banyak sekali perbaikan jalan yang di lakukan Pemerintah Daerah untuk persiapan mudik, akibatnya kemacetan dan antrian karena buka tutup jalan untuk bergantian membuat ini penghambat perjalanan kami belum lagi kecelakaan kendaraan truk, belum lagi kendaraan truck yang mogok atau ban bocor yang akhirnya menggagu pengguna jalan lainnya. aaah sungguh-sungguh ujian buat kami untuk mencapai sabar.

Dengan kelincahan Mas Anto memainkan kemudi kami bisa sedikit lolos di depan dari kemacetan itu. Perjalanan mulai terasa lancar setelah melewati ALAS ROBAN sekitar jam 03.00..ooh sungguh-sungguh terlambat perjalanan kami ini, sementara adik kami masih tertinggal jauh di belakang sedang berseteru dengan kemacetan. 

Masuk Wilayah Semarang pun kami sudah cukup terang sekitar jam 06.00 pagi, sementara pihak keluarga di Karangrejo selalu menanyakan posisi kami sudah dimana ?

Terlihat Bapak sudah sedikit stress dalam perjalanan ini, kusarankan sama mamak untuk bantu bimbing mengucapkan Istigfar atau berdoa untuk mengurangi rasa street. Targetku untuk mencapai tujuan jam 09.00 masih tidak tercapai juga yang akhirnya sekitar jam 11.00 kami baru bisa mencapai kampung karang rejo, yang sudah di tunggu khalayak ramai, baik saudara,family dan warga lainnya.

Dengan dukacita yang mendalam kulihat adikku yang terbujur kaki yang sudah di bungkus kain kafan yang siap di kebumikan, antara percaya dan tidak percaya atas semua ini.

Sementara adikku yang lain yang tertinggal jauh di belakang tiba jam 14.00.