Arsip | September, 2011

(Artikel) Menuang Air dalam Teko

28 Sep

Semoga artikel ini bermanfaat di dapat dari http://www.sembabiawan.com/

Apakah mungkin terjadi, jika di dalam sebuah teko yang berisi air teh, tiba-tiba pada saat dituang berubah menjadi kopi ?, atau apakah mungkin jika air yang ada dalam teko kotor, maka pada saat dituang air itu berubah menjadi bersih ?, pasti akan tetap kotor dan tidak mungkin menjadi bersih, artinya apa yang ada di dalam teko akan pasti sama dengan yang keluar di mulut teko.

Demikian juga halnya dengan interaksi sehari-hari (yang menggunakan Ucapan dan Sikap dalam menyampaikan keinginan). Kita biasa mengatakan “Jaga Mulut Kamu”, yang sebenarnya itu adalah salah kaprah. Mulut tidak bisa dijaga karena ia berada di bawah perintah, makanya ia boleh berkata : ”Jangan salahkan saya dong, saya hanya menjalankan perintah”. Sama halnya dengan mulut teko, juga tidak mau disalahkan karena mengeluarkan air kotor, “Habis, air yang di dalam tekonya kotor”, katanya.

Tentu kita tidak bisa menyalahkan bahwa orang yang sedang marah mengeluarkan kata-kata kasar, membentak, mata melotot dan menggabrak meja, bahkan mungkin semua nama binatang di Ragunan meluncur dari mulutnya, karena itulah refleksi dari Suasana Hati yang sedang dirasakannya.

Suasana Hati, wilayah inilah yang harus dikontrol, karena di sinilah pusat pengendalian terhadap ucapan dan sikap kita dalam berkomunikasi. Kita tentu memilih kata-kata yang menyenangkan pada saat suasana hati kita dalam keadaan senang, tapi kita tidak mungkin berucap dan bersikap menyenangkan pada saat kita kesal.

Seorang pemain sinetron tidak bisa bersikap dan mengucapkan kata-kata yang mencerminkan kesedihan, karena pada saat itu suasana hatinya masih riang gembira. Selama suasana hatinya masih diliputi kegembiraan maka take dan cut akan terus meluncur dari mulut sang sutradara.

Suasana Hati. Hati yang mana ?, Hati yang penyakitnya Hevatitis A, Hevatitis B ?, yang letaknya antara rongga dada dan rongga perut ?. Tentu tidak. Itu namanya Lever. Lalu hati yang mana ?, dan di mana letaknya di tubuh kita manusia, yaitu hati yang penyakitnya ria, iri, dengki, sombong ?.

Bahasa ”Suasana Hati” adalah bahasa awam, dan karena yang dimaksudkan dengan ”Hati” ini adalah salah satu bagian dari otak kita , maka mungkin istilah yang lebih tepat adalah ”Warna Pikiran”.

Salah satu syarat keberhasilan komunikasi adalah Warna Pikiran dari pihak yang melakukan komunikasi tersebut dalam keadaan jernih dan tidak diliputi oleh pikiran yang negatif seperti kesal, angkuh, prasangka buruk, melecehkan, dan sebagainya, seperti jangan memanggil dan menasihati anak buah pada saat suasana hati Anda marah dan kesal terhadapnya, karena tujuan Anda untk menyadarkannya tidak akan tercapai. Yang tercapai adalah bahwa Anda menjadi plong karena sudah memuntahkan kemarahan Anda kepadanya.

Jadi, pesan yang ingin disampaikan oleh Filosofi Air Dalam Teko ini adalah bersihkan air di dalam teko, baru dituang, atau jernihkan suasana hati, baru ngomong.

Salam, Semba Biawan

 

Seperti Apa Anda Mengukir Sejarah?

8 Sep

Ditulis oleh: Anne Ahira
“The difference between a successful
person and others is in a lack of will”
     ~ Vince Lombardi, Football Coach

Yumnibiz, kebanyakan manusia cukup puas
hanya dengan… 

Lahir – Hidup – dan lalu meninggal.

Hingga akhirnya yang tertinggal hanya
tiga baris di batu nisannya :

Si X, lahir tanggal sekian, dan meninggal
tanggal sekian!

Inginkah Yumnibiz menjalani hidup apa
adanya seperti itu?

Seperti apa Yumnibiz mengukir sejarah?

Ada 3 hal yang bisa membedakan Yumnibiz
dengan kebanyakan orang dalam mengukir
sejarah, yaitu…

Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.
1. Kemauan

Kemauan menjadi kata kunci yang paling
penting dalam menentukan sejarah hidup
Yumnibiz.

Yumnibiz mau menjadi apa? Seperti apa? dan
di mana? Tentunya hanya Yumnibiz yang
paling mengetahuinya!

Cobalah catat semuanya. Baik itu
melalui memori, diary, atau melalui
selembar kertas sekali pun! Yumnibiz pasti
punya kemauan!

Jangan pernah katakan Yumnibiz tidak punya
kemauan. Hidup itu terlalu pendek untuk
disia-siakan.
2. Keilmuan

Percaya, segala sesuatu itu pasti ada
ilmunya! Jika Yumnibiz punya kemauan dan
memiliki ilmunya, maka segala usaha
akan tercapai dengan lebih baik.

Itu sebabnya Yumnibiz harus mau belajar
dan belajar. Yumnibiz bisa belajar dimana
saja, kapan saja, dan dengan siapa
saja.

Ingat, tidak pernah ada kata terlambat
untuk belajar, mengenal, memahami, dan
mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat
bagi kehidupan Yumnibiz, begitu juga bagi
orang lain.

Dan satu lagi….
3. Kesempatan

Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka
tinggal kesempatanlah yang memutuskan
apakah Yumnibiz bisa mengukir sejarah
dengan baik atau tidak.

Kesempatan ini bisa datang dari mana
saja, tergantung kecekatan Yumnibiz dalam
memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Kita tahu, seringkali kesempatan itu
hadir, tapi kita tidak mampu
memanfaatkannya dengan benar, karena
keilmuannya kurang, meski keinginan
kita itu sebenarnya sudah besar.

Jika ini terjadi, tidak jarang orang
menyesal dan kadang menjadi berfikir
bahwa nasib selalu tidak berpihak
padanya.

Sebenarnya tidak demikian Yumnibiz! Dia
hanya tidak tahu bagaimana cara
menyatukan 3K! Yaitu…

Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan!

Nah, sekarang Yumnibiz tahu, apa yang
harus dilakukan untuk bisa mengukir
sejarah dengan baik dalam hidup Yumnibiz!

Padukan antara kemauan, keilmuan dan
kesempatan. Jika kemauan sudah ada,
keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu

sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!

Dan percaya… ketika ketiga unsur ini
berpadu dalam hidup Yumnibiz, maka sejarah
kebesaran tentang Yumnibiz telah dimulai. 🙂

Selamat mencoba!