Perjalanan yang membutuhkan kesabaran

28 Agu

RBM3H ~ Akhirnya kami berangkat juga jam 15.00 yang sempat tertunda sekitar 2 jam karena beberapa hal, diantaranya menunggu sopir tambahan untuk perjalanan kami. Awalnya Anak-anak dan Istriku tidak ku ajak untuk melihar prosesi penguburan ini tapi kulihat ada masih tempat duduk yang kosong akhirnya ku telepon juga  untuk siap-siap di pintu tol Cikarang sebagai lokasi penjemputan walau sebelumnya aku coba suruh untuk mencari rental mobil karena kupikir mobil yang kutumpangin masih cukup akhirnya batal.  

Hujan deras mengiringin keberangkatan kami dan jalan Tol Cikampek sedikit merayap karena ada perluasan diruas sebelum pintu Cikarang.

Kami berkumpul lagi peristirahatan Karawang Timur untuk Sholat Magrib, hujan terus mengguyur deras ) setelah itu kami berangkat kembali dengan keluar tol Kopo yang sedikit merayap.

Sekitar jam 21.00 kami istrirahat sejenak di sekitaran Sukamandi untuk menambah energi dan stamina kami. 

Sungguh Perjalanan membutuhkan kesabaran buat kami, banyak sekali perbaikan jalan yang di lakukan Pemerintah Daerah untuk persiapan mudik, akibatnya kemacetan dan antrian karena buka tutup jalan untuk bergantian membuat ini penghambat perjalanan kami belum lagi kecelakaan kendaraan truk, belum lagi kendaraan truck yang mogok atau ban bocor yang akhirnya menggagu pengguna jalan lainnya. aaah sungguh-sungguh ujian buat kami untuk mencapai sabar.

Dengan kelincahan Mas Anto memainkan kemudi kami bisa sedikit lolos di depan dari kemacetan itu. Perjalanan mulai terasa lancar setelah melewati ALAS ROBAN sekitar jam 03.00..ooh sungguh-sungguh terlambat perjalanan kami ini, sementara adik kami masih tertinggal jauh di belakang sedang berseteru dengan kemacetan. 

Masuk Wilayah Semarang pun kami sudah cukup terang sekitar jam 06.00 pagi, sementara pihak keluarga di Karangrejo selalu menanyakan posisi kami sudah dimana ?

Terlihat Bapak sudah sedikit stress dalam perjalanan ini, kusarankan sama mamak untuk bantu bimbing mengucapkan Istigfar atau berdoa untuk mengurangi rasa street. Targetku untuk mencapai tujuan jam 09.00 masih tidak tercapai juga yang akhirnya sekitar jam 11.00 kami baru bisa mencapai kampung karang rejo, yang sudah di tunggu khalayak ramai, baik saudara,family dan warga lainnya.

Dengan dukacita yang mendalam kulihat adikku yang terbujur kaki yang sudah di bungkus kain kafan yang siap di kebumikan, antara percaya dan tidak percaya atas semua ini.

Sementara adikku yang lain yang tertinggal jauh di belakang tiba jam 14.00.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: